Masalah seks anak kuliahan kerap jadi
sorotan karena masa-masa seperti ini adalah waktu ketika seseorang
mulai punya keinginan seks tapi terbentur norma belum menikah. Apa saja
masalah seks anak kuliahan itu?
Seperti dikutip dari buku
Questions Kids Ask About Sex, karangan J. Thomas Fitch dan Melissa R.
Cox, yang diterbitkan ANDI, ada beberapa masalah atau pertanyaan seks
yang menghinggapi anak kuliahan, yaitu:
1. Apa yang salah dengan seks bebas?
Seks
bebas bisa menghancurkan kesempatan seseorang untuk menikmati
kehidupan seks yang luar biasa di masa mendatang. Masalah yang bisa
timbul adalah terkena infeksi menular seksual (IMS) yang biasanya tidak
menimbulkan gejala, kemungkinan hamil di luar nikah dan ketidakmampuan
untuk mengembangkan hubungan intim di masa depan. Padahal seks
dirancang untuk menjadi ikatan khusus dalam hubungan pernikahan secara
permanen.
2. Jika terkena IMS, apakah akan mempengaruhi hubungan seks dalam penikahan atau kesempatan untuk punya anak?
IMS
bisa disebabkan oleh bakteri dan parasit (klamidia, sifilis, vaginosis
bakterial) yang bisa diobati atau akibat virus (HIV, herpes simpleks
virus dan HPV) yang tidak bisa diobati sepenuhnya. Laki-laki bisa
mengalami kemandulan sementara karena infeksi klamidia atau gonorrhea
(kencing nanah), namun bisa disembuhkan dengan pengobatan.
Sedangkan IMS akibat virus bisa
menetap di dalam tubuh meski gejalanya sudah hilang dan ditularkan
melalui hubungan seksual. Selain itu seorang laki-laki bisa dibenci
oleh istrinya karena telah menularkan infeksi yang sangat menyakitkan.
Jika seseorang memiliki riwayat pernah mengidap IMS, ada kemungkinan
menyebabkan permasalah di dalam rumah tangganya.
3. Apakah bahaya berhubungan seks jika sudah bertunangan?
Meskipun
alat kontrasepsi yang digunakan mengklaim aman, selalu saja ada
kemungkinan untuk hamil yang bisa membatalkan pertunangan atau justru
membuatnya menikah dalam keadaan hamil. Kondisi ini bisa memicu
terjadinya aborsi yang dapat mempengaruhi sistem reproduksinya kelak.
4. Kapan sebaiknya waktu untuk menikah?
Waktu
yang tepat untuk setiap orang berbeda-beda, tergantung dari kesiapan
masing-masing orang dalam hal finansial dan emosional. Untuk itu tidak
ada angka pasti yang menunjukkan waktu terbaik bagi seseorang untuk
menikah.
5. Apa salahnya tinggal bersama (kumpul kebo)?
Tinggal
bersama biasanya dilakukan untuk melihat kecocokkan dalam pernikahan
atau bagi orang yang takut untuk berkomitmen dengan penikahan. Namun
nyatanya kondisi ini tidak menunjukkan keuntungan apapun. Selain itu
kumpul kebo sangat memungkinkan orang untuk bergonta ganti pasangan yang
membuatnya berisiko terkena infeksi penyakit menular.
Selain itu orang yang kumpul
kebo lebih rentan terhadap kekerasan, memiliki hubungan yang tidak
sehat, serta mengalami tingkat depresi yang lima kali lebih tinggi
dibandingkan dengan orang yang menikah.
6. Bisakah seseorang tidak menikah dan tetap hidup bahagia?
Jawabannya
adalah bisa saja, karena ada beberapa alasan yang membuat seseorang
tidak menikah seperti karena kepercayaan, sangat mencintai pekerjaannya
atau memang memilih untuk tidak menikah. Kondisi ini biasanya karena ia
memiliki keluarga dan teman, memiliki tujuan hidup serta tahu bahwa
dirinya dicintai.
http://eruelbeliever.blogspot.com/2012/06/6-permasalahan-seks-yang-ada-pada-anak.html


0 komentar:
Poskan Komentar