Keperawanan Gadis Belia Dipercaya Bisa Sembuhkan HIV

Senin, 28 Mei 2012

Menikahi Gadis Perawan Dipercaya Bisa Sembuhkan HIV
Jakarta, Tradisi menikahkan anak perempuan di usia dini masih terjadi di banyak tempat, termasuk di Afrika Selatan. Tradisi ini makin sulit diberantas karena di daerah tersebut berkembang mitos bahwa meniduri gadis perawan bisa menyembuhkan HIV.

Mitos yang berkembang di daerah Eastern Cape ini makin melestarikan tradisi menikahkan gadis-gadis belia. Bahkan tidak cukup dengan dipaksa, kalau tetap menolak si anak perawan akan diculik dengan ritual yang disebut Ukuthwala yang berarti penjemputan paksa.

Di daerah itu, tradisi menikahkan anak gadis di usia dini yang berjalan sejak puluhan tahun silam kini telah berkembang jadi praktik jual beli pengantin. Lelaki dewasa yang terinfeksi HIV (Human Imunnodeficiency Virus) dan ingin sembuh, rela bayar mahal untuk membeli pengantin yang masih perawan.

Nombasa Gxuluwe, seorang relawan dari World AIDS Campaign (WAC) tergerak untuk mengakhiri tradisi yang banyak merugikan kaum perempuan ini. Bersama sejumlah organisasi lainnya, Nombasa giat memberikan penyuluhan tentang HIV-AIDS serta meluruskan mitos-mitos yang menyesatkan.

"Ada mitos bahwa jika Anda bisa tidur dengan gadis perawan, dan jika Anda mengidap HIV maka HIV itu akan sembuh. Karena itulah pencarian mereka difokuskan pada gadis-gadis belia," kata Nombasa seperti dikutip dari CNN, Senin (28/5/2012).

Menurut Nombasa, kebanyakan laki-laki yang menikahi gadis-gadis perawan ini adalah pengidap HIV yang ditinggal mati istrinya setelah tertular virus yang sama.

Pernikahan dengan gadis perawan tentu saja tidak menyembuhkan infeksi HIV, bahkan pada akhirnya akan menulari gadis yang dinikahinya.

Dalam sebuah film dokumenter berjudul 'Ukuthwala-Stolen Innocence' yang dibuat oleh WAC, seorang korban jual beli pengantin menceritakan kisahnya saat diculik dan dinikahi secara paksa.

"Perempuan tetangga memanggil saya dan menanyakan apakah saya mau diajak menikah. Saya bilang tidak mau. Dia bilang kalau saya tidak mau, saya akan diculik dan dipukuli," kata seorang gadis dari desa Lusikisiki di Eastern Cape yang mnejadi korban kawin paksa.

"Malam berikutnya, perempuan itu mendatangi rumah saya dan membawa saya ke sungai. Di sana sudah ada 7 orang menunggu saya. Mereka membawa saya ke rumah laki-laki itu. Saya tidak percaya ini terjadi, begitulah akhirnya saya menikah," kisahnya.

1 komentar: