Perempuan dapat membantu dirinya dalam meraih kenikmatan dan kepuasan seksual menggunakan sex toys. Tak ada salahnya jika perempuan menjadikan vibrator sebagai "sahabat" yang dapat membantunya meraih kenikmatan baik solo sex maupun bersama pasangan dalam rangka meningkatkan kualitas hubungan seks.
Namun
kenyataannya, perempuan tak akrab bahkan merasa asing dengan vibrator.
Minimnya pengetahuan membuat banyak perempuan antipati terhadap benda
yang mengandalkan tenaga baterai untuk memberikan rangsangan pada
klitoris juga kenikmatan seksual ini.
Terdapat lima hal seputar
vibrator yang perempuan perlu pahami, sekaligus juga bisa menjadi alasan
untuk memilikinya dan menyimpannya dengan baik di samping tempat tidur.
1. Vibrator baik untuk perempuan.
Tak
semua perempuan mampu meraih orgasme dengan mudah, dan vibrator dapat
membantu perempuan mendapatkan kenikmatan dan mencapai klimaks.
Vibrator
juga baik untuk perempuan dari segi kesehatan. Studi menunjukkan
perempuan yang menggunakan vibrator lebih rutin memeriksakan organ
reproduksi setiap tahun seperti pap smear dibandingkan mereka yang tidak
menggunakan vibrator.
Perempuan yang menggunakan vibrator tak
hanya memberikan hadiah kepada dirinya sendiri, dengan kenikmatan dari
stimulasi klitoris, namun juga lebih peduli dengan kesehatan vaginanya.
2. Pria tak keberatan.
Vibrator
tidak mengintimidasi pria. Jadi, abaikan saja pandangan yang mengatakan
pria akan merasa tak nyaman jika Anda menggunakan alat bantu seks ini.
Studi
menguatkan, pria tak keberatan jika pasangannya menggunakan vibrator.
Bahkan banyak pria yang sepakat bahwa penggunaan vibrator menyehatkan
bagi kehidupan seks perempuan.
3. Memengaruhi kepuasan seksual.
Tak perlu ragu pada kekuatan vibrator yang dapat memengaruhi kepuasan seksual perempuan.
Studi
menunjukkan, perempuan yang memiliki perspektif positif terhadap
vibrator yang digunakannya, dan memakainya selama 30 hari, memiliki
level kepuasan seksual lebih tinggi. Baik dalam hal libido, lubrikasi
juga orgasme yang lebih baik.
4. Bisa dibersihkan.
Vibrator
juga bisa kotor karena pemakaian atau penyimpanan, namun dapat
dibersihkan. Alasan tidak higienis terbantahkan asalkan perawatan
vibrator dilakukan secara tepat. Jika sex toys tersedia di pasaran, maka pembersihnya pun bisa didapatkan.
Selain
menggunakan pembersih khusus vibrator, Anda juga bisa merawatnya dengan
rutin membersihkannya menggunakan sabun. Gunakan air hangat yang
dicampur sabun untuk membasahi vibrator saat membersihkannya, lalu lap
vibrator. Saat membersihkan, hindari area baterai dan bagian
pengontrolnya.
5. Banyak pilihan.
Banyak
pilihan vibrator yang dapat disesuaikan kebutuhan. Saat membeli atau
menggunakan vibrator perhatikan daya tahan dan masa berlakunya.
Tentunya, vibrator kualitas premium akan tahan lebih lama, dan punya
garansi sehingga jika ada bagian yang rusak karena terlalu sering
dipakai, kemungkinan Anda bisa mengganti atau memperbaikinya.
Vibrator
berkualitas bisa dipakai dalam jangka waktu lama, namun tidak
selamanya. Sementara vibrator yang lebih murah biasanya bertahan satu
tahun jika digunakan tidak terlalu sering.
Jika vibrator
mengandung bahan gel atau karet, Anda wajib menggantinya setelah
pemakaian satu tahun karena pemakaian lebih dari satu tahun dapat
mengundang bakteri yang berisiko untuk area vagina.
http://female.kompas.com


0 komentar:
Poskan Komentar