Riset: Orang Narsis Gampang Dapatkan Pekerjaan

Jumat, 06 April 2012

 Cewek Narsis
Jakarta, Menjadi orang yang narsis atau orang yang menyukai diri sendiri dapat menjadi poin plus saat wawancara kerja. Itu karena orang-orang narsis dapat dengan nyaman menceritakan kelebihan dirinya sendiri dan meyakinkan pewawancara.

Narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Narsisme yang berlebihan merupakan suatu jenis gangguan kepribadian. Orang yang narsis biasanya memiliki rasa percaya diri yang sangat kuat dan sangat menjunjung tinggi harga dirinya.

Orang-orang ini lebih mampu berbicara mengenai dirinya sendiri dan mempromosikan diri sendiri. Kebanggan ini seolah-olah menggambarkan kepercayaan diri dan tingginya keahlian yang dimiliki di mata pewawancara kerja.

Para peneliti dari University of Nebraska-Lincoln menemukan kesimpulan ini lewat 2 penelitiannya. Peneliti menemukan bahwa orang yang narsis mendapat skor jauh lebih tinggi dalam simulasi wawancara kerja daripada orang yang tidak narsis tetapi sama-sama memenuhi syarat kerja.

"Wawancara kerja merupakan salah satu setting di mana orang boleh-boleh saja mengatakan hal baik tentang diri sendiri dan tidak ada konsekuensinya. Bahkan, mengatakan hal yang baik mengenai diri sendiri justru sangat diharapkan," kata peneliti, Peter Harms, asisten profesor manajemen University of Nebraska-Lincoln seperti dilansir HealthDay, Kamis (5/4/2012).

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Applied Social Psychology ini melibatkan 72 orang yang diwawancarai sebagai pelamar kerja. Orang-orang yang tidak narsis cenderung lebih merendah saat diminta menceritakan kelebihan diri sendiri oleh pewawancara. Sebaliknya, orang narsis justru berupaya menceritakan kelebihan-kelebihan dirinya sendiri.

Pada penelitian kedua, 222 orang pakar wawancara diminta menilai rekaman video para pelamar yang memiliki keterampilan kerja sama namun memiliki gejala narsisme yang berbeda. Orang yang yang berbicara dengan cepat dan panjang lebar serta mengunakan taktik 'menjilat' seperti tersenyum dan memuji orang lain dinilai jauh lebih positif dibandingkan pelamar yang memenuhi syarat namun kurang narsis dan lebih malu-malu.

"Ini menunjukkan bahwa orang narsis memiliki kemungkinan lebih besar menjadi pemenang saat wawancara kerja. Temuan ini menunjukkan betapa sulitnya melakukan wawancara kerja secara efektif dan bagaimana seseorang pewawancara bisa salah dalam membuat penilaian. Perusahaan tidak selalu ingin mempekerjakan orang narsis, tetapi bisa berakhir demikian karena orang narsis terlihat lebih percaya diri dan mampu," kata Harms.

Penemuan ini juga menunjukkan bahwa pewawancara perlu menyadari taktik yang digunakan oleh orang-orang narsis. Secara keseluruhan, sangat sedikit bukti yang menyatakan bahwa orang narsis adalah karyawan yang lebih produktif atau tidak. Tapi sejauh yang diketahui para peneliti, orang narsis bisa menjadi sangat mengganggu bagi orang lain yang sering berhadapan dengannya.

"Jika ditemui pelamar dengan kemampuan yang sama, mungkin yang paling baik baik adalah berusaha untuk tidak mempekerjakan orang-orang yang narsis," kata Harms.

0 komentar:

Poskan Komentar