Hanya di Indonesia, Bupati-Wakil Bupati Terpilih Dilantik di Penjara

Minggu, 15 April 2012

MESUJI : Khamamik dan Ismail Ishak resmi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mesuji, setelah Gubernur Lampung Sjachroedin ZP atas nama Menteri Dalam Negeri melantik pasangan itu, Jumat (13/4/2012) di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Bawanglatak, Menggala.


"Pelantikan bupati dan wakil lazimnya dilakukan di depan pleno DPRD, namun kali ini, setelah tertunda lima bulan, pelantikan pasangan kepala daerah terpilih dengan segala pertimbangan akhirnya tetap dilakukan di LP Menggala," kata Gubernur Sjahcroedin ZP, di Menggala, sekitar 121 km dari Kota Bandarlampung, Jumat.

Meskipun pelantikan pasangan tersebut menuai pro-kontra, terlebih DPRD Mesuji tidak menyetujui pelantikannya secara kelembagaan, namun pelantikan tetap dilaksanakan.

"Apa yang terjadi hari ini, merupakan catatan sejarah di Lampung, meskipun pejabat kepala daerah baru dilantik sekarang, namun program-program kabupaten setempat sudah berjalan," ujar Gubernur pula.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat.

Pejabat Sementara Bupati Mesuji Albar Hasan Tanjung, menyerahkan seluruh tugas-tugas kepemimpinan kepada pasangan terpilih itu.

Mengantisipasi gangguan keamanan, aparat kepolisian telah mensterilkan jalan lintas pantai timur Sumatera dari pengguna jalan umum, demi menjaga suasana kondusif prosesi pelantikan kepala daerah terpilih Kabupaten Mesuji, Khamamik-Ismail Ishak di LP Menggala tersebut.

"Untuk sementara waktu pengguna jalan umum kami alihkan ke lintas tengah, mengingat lintas pantai timur kami tutup sejak pukul 08.00 WIB sampai selesai, demi kelancaran prosesi pelantikan kepala daerah itu," kata Kapolres Tulangbawang, AKBP Shoebarmen.

Menurut dia, pihaknya mengerahkan 750 personel baik dari Tulangbawang maupun diperbantukan dari Polda Lampung untuk mengamankan kegiatan penting tersebut.

"Kami tempatkan anggota di sejumlah titik yang kami nilai rawan gangguan," ujar dia lagi.

Wakil Bupati Mesuji terpilih, Ismail Ishak, terjerat kasus korupsi APBD Tulangbawang ketika dia menjadi anggota DPRD Kabupaten Tulangbawang tahun 2006.

Dia terbukti menerima uang suap senilai sekitar Rp30 juta.

Akibat dari perbuatannya itu, Ismail divonis setahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Menggala, dan hingga sekarang terpidana sudah menjalani kurungan selama lima bulan.

Belum diperoleh penjelasan resmi tentang kepastian status dan kelanjutan kepemimpinan Wakil Bupati Ismail Ishak yang masih menjadi terpidana itu, setelah resmi dilantik bersama Bupati terpilih, Khamamik, semula anggota DPRD Provinsi Lampung. (ANT/L-1)
 

0 komentar:

Poskan Komentar