Awas! Histeria SuJu Dapat Membuat Depresi

Sabtu, 28 April 2012

 Super Junior
Fanatisme pada idolanya yang begitu kuat dapat menimbulkan histeria.

Sangat wajar jika boyband asal Korea Selatan, Super Junior menjadi fenomenal seperti saat ini. Digilai penggemar yang kebanyakan remaja dan kaum hawa.

Butuh waktu lima tahun bagi Lee Soo-man dari SM Entertainment untuk membentuk boyband yang saat ini tengah naik daun tersebut. Ia dan tim pencarian bakat memulainya di tahun 2000. Saat itu tren boyband masih dipegang negara-negara Eropa. Masih ingat dalam ingatan saat boyband Westlife merajai dunia di tahun 2000-an.

Lee Soo-man sangat selektif sekali mencari bibit yang dapat dilatih dengan sentuhan tangan dinginnya. Memang, terasa sangat membuang waktu, namun rupanya tim sukses Super Junior yakin bahwa aset yang tengah mereka cari harus benar-benar menorehkan sejarah.

Audisi tidak hanya dilakukan di Korea Selatan saja. Namun para pencari bakat menyebar hingga ke Cina dan Amerika.

Periode terakhir pencarian, dilakukan dengan memilih para pemenang dalam ajang menyanyi dan menari yang disponsori pihak SM Entertainment.

Maka, terbentuklah formasi terbaik dan ideal yang kemudian dilatih sesuai dengan konsep Super Junior.

Di awal tahun 2005, 12 personel Super Junior sudah terpilih dan kemudian menjalankan program latihan berat untuk mempersiapkan diri masuk dalam industri hiburan. awalanya, Super Junior bernama Super Junior 05. Kemudian berganti menjadi Super Junior, setelah satu personel tambahan, Kyuhyun melengkapi formasi Super Junior di tahun 2006.

Super Junior kemudian perlahan diperkenalkan SM Entertainment. Mereka merilis single perdana dari debut album Miracle. Tidak hanya sukses di negeri sendiri, Super Junior kemudian sukses di negeri Asia lainnya. Bahkan disebut-sebut, saat ini Super Junior menjadi raja boyband dan menjadi artis K-Pop paling laris di dunia.

Orang tua perlu mewaspadai histeria SuJu
Dengan perjalanan sejarah yang penuh dengan persiapan, ketenaran dan popularitas Super Junior dianggap wajar. Tidak ada boyband yang mempersiapkan diri selama bertahun-tahun untuk melakukan audisi dan melatih para personelnya agar dapat menyelaraskan nyanyian dan tarian.

Ditopang dengan wajah rupawan, tentu saja Siwon dan kawan-kawan mendapatkan tempat di hati para remaja, terutama kaum hawa.

Melalui teknologi internet yang membawa informasi profil personel SuJu serta tayangan-tayangan yang disaksikan, Super Junior kemudian menjelma sebagai idola baru dengan segenap histeria yang mengiringi setiap penampilan mereka.

Ditambah dengan tren boyband di negeri sendiri yang tengah merebak, kehadiran SuJu menjadi sebuah anugerah dan pelepas dahaga bagi para remaja, khususnya remaja puteri, untuk menjadikan mereka idola.

Super Junior tidak sekedar hanya idola, namun raga mereka seakan merasuki tubuh para pemimpi muda yang mengidolakan mereka. Sehingga, histeria itu tidak dapat dicegah.

Psikolog anak Irma Achmad mengatakan bahwa orang tua perlu mewaspadai histeria pada anak karena merupakan gejala stres.

Irma mengatakan bahwa penyebab demam SuJu pada remaja adalah karena usia remaja adalah usia dimana mereka mencari sosok idola dan pada saat yang bersamaan, remaja juga rentan dengan tekanan peer group (peer pressure).

“Tekanan kelompok (peer pressure) pada remaja membuat mereka ikut-ikutan mengadopsi tren yang mempengaruhi kelompok tersebut,” ujar Irma, melalui telepon, Jumat (27/4).

Menurut Irma, tekanan kelompok pada remaja dan fanatisme pada idolanya begitu kuat sehingga dapat menimbulkan histeria, mulai dari ekspresi hingga perilaku seperti tidak mau makan.

“Jika mereka ingin sesuatu dan tidak mereka dapatkan, mereka bisa menjadi histeris,” ujarnya.

“Orang tua perlu mewaspadai hal ini. Histeria adalah perilaku yang berlebihan dan tidak wajar dan bisa mengakibatkan efek negatif pada kondisi psikis anak seperti depresi, stres, dan frustasi,” tambahnya.

Awas fanatisme 'kebablasan'
Irma mengatakan jika anak bisa mengambil nilai positif dari idola mereka maka akan bagus untuk kepribadian mereka, namun dia mengingatkan agar orang tua menasihati anaknya untuk tidak meniru hal yang buruk.

 Para penggemar SuJu, yang dinamakan ELF (Ever Lasting Friends), mengatakan alasan mereka mengidolakan SuJu adalah karena keunikan boyband ini.

“Suaranya bagus dan unik karena ada 13 orang dalam satu band, dan mereka ramah sama penggemar. Mereka juga memiliki rasa kekeluargaan yang kuat,” ujar Masaki (17) dari Cengkareng. Fanatisme pada idolanya membuat remaja-remaja ini rela mengantri hingga berjam-jam.

Seperti Resty Pratiwi yang mengaku menunggu hingga 19 jam sebelum akhirnya mendapatkan tiket pada penjualan tiket gelombang pertama.

Selama tiga hari berturut-turut. Mulai kemarin malam hingga Minggu (29/4), SuJu akan mengadakan konser musik di Mata Elang International Stadium (MEIS). Tidak kurang dari 1000 personel akan diturunkan untuk mengamankan konser ini.

0 komentar:

Poskan Komentar