Alasan Mengapa Tak Semua Orang Punya Teman Sejati

Selasa, 17 April 2012

Berapa jumlah teman Anda di akun jejaring sosial? Lima ratus? Seribu? Dua ribu? Kenyataannya, ketika Anda sedang terpuruk, mungkin hanya segelintir orang yang benar-benar akan ada di samping Anda. Anda bukan satu-satunya orang yang merasakan hal ini.
Dua pertiga dari orang Inggris mengatakan bahwa mereka hanya bisa mengandalkan kurang dari lima orang teman ketika mereka sedang dalam krisis.

Survei dari YouGov ini digelar oleh jaringan toko perhiasan Links of London, yang meluncurkan kampanye "Circle of 5" untuk mendorong orang menghargai teman-teman terdekat mereka. Survei yang diikuti 2.045 pengguna internet ini menunjukkan, hampir dua pertiga (64 persen) mengaku memiliki kelompok inti yang terdiri atas lima teman atau kurang dari itu, dan hampir separuhnya (42 persen) menganggap hanya satu dari 10 teman mereka di Facebook adalah teman sebenarnya.

Sebanyak enam dari 10 orang (61 persen) mengatakan, saat sedang kesulitan paling-paling mereka hanya bisa menghubungi kurang dari seperlima teman-teman di dunia maya untuk meminta bantuan. Survei juga mengungkapkan, 91 persen responden lebih memilih keluarga dan teman-teman sebagai role model ketimbang orang-orang terkenal.

"Banyak dari kita yang berpikir bahwa kesuksesan kita terjadi karena kemampuan kita, namun tanpa orang-orang yang bernilai dalam hidup kita -orang-orang utama di sekitar kita yang selalu mendukung kita- kita mungkin tak akan mencapai sebanyak yang kita cita-citakan," ujar Rob Yeung, PhD, psikolog dari British Psychological Society.

Dalam penelitian sebelumnya diungkapkan, tidak semua orang bisa memelihara pertemanan karena hal itu membutuhkan kemampuan otak yang lebih besar. Penelitian dari Oxford University ini menyimpulkan bahwa orang-orang yang punya teman-teman sejati terbiasa menggunakan lebih banyak ketrampilan kognitif untuk memahami apa yang dipikirkan orang lain.

"Kami mendapati bahwa orang yang mempunyai lebih banyak teman, mampu melakukan tugas-tugas mental lebih baik dan memiliki volume saraf lebih banyak di bagian otak besar, bagian dari otak depan yang langsung berada di atas mata," ujar Prof Robin Dunbar, yang memimpin studi ini.

Tentu saja, banyak faktor yang memengaruhi jumlah teman, misalnya lamanya waktu yang digunakan untuk bersosialisasi, lokasi, kepribadian, dan jender. Beberapa dari faktor tersebut, khususnya jender, juga berkorelasi dengan kemampuan kontak batin. Namun studi yang dilakukan Prof Dunbar menemukan hubungan antara kemampuan membaca pikiran orang lain dan ukuran jaringan sosialnya.


0 komentar:

Poskan Komentar