Kisah Pemilik Kios Bensin Kejujuran yang Terus Merugi Akhirnya Terima Award

Kamis, 08 Maret 2012


KEDIRI- Sungguh mulia, walaupun merugi tetapi dia berniat baik untuk menanamkan kejujuran pada setiap orang sekaligus pembuktian bahwa rakyat Indonesia udah parah.

Tukang Becak pemilik kios bensin kejujuran Abdul Mukti Muraharjo (53) warga Jl Veteran, Kota Kediri, Jawa Timur menerima penghargaan PWI Award dari PWI Perwakilan Kediri. Penyerahan piala dilakukan bersamaan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) PWI Kediri di IKCC Insumo, Kamis (1/3/2012).

Abdul Mukti Muraharjo sehari-hari membuka kios bensin di depan rumahnya. Hanya saja kios itu tidak ditunggui, tapi pembelinya diminta mengambil dan membayar sendiri di kaleng yang telah disiapkan.

Berawal dari rasa iba saat mendapati orang tua yang menuntun sepeda motor tengah malam, Mukti berinisiatif membuka kios bensin eceran yang buka 24 jam. Pasalnya, orang tersebut tak bisa mendapatkan penjual bensin di saat semua orang terlelap. Untuk menjaga ketersediaan bensin di tengah malam, Mukti rela membuka kiosnya meski dia sendiri pulang ke rumah untuk beristirahat.

Percaya atau tidak, dari hasil usahanya ini Mukti mampu menyekolahkan tiga anaknya. Anaknya yang sulung baru saja lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan. Putranya kedua duduk di bangku kelas dua Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional SMAN 2 Kediri, dan terakhir kelas dua SMP Muhammadiyah. “Kejujuran-lah yang membiayai sekolah mereka, bukan kios bensin atau warung,” katanya.
 
Saat menyampaikan pidato usai menerima penghargaan, Abdul Mukti mengaku sejak membuka kios bensin pada September 2011 selalu merugi. Masalahnya, banyak pembeli yang tidak mau membayar, bahkan membawa kabur botol berikut isinya.

“Kami pernah menerima pembayaran dengan uang palsu dan uang mainan,” keluhnya.

Bapak tiga anak itu mengaku gembira menerima penghargaan karena upayanya membuka kios bensin kejujuran.

“Maksud kami membuka kios bensin kejujuran untuk membantu masyarakat yang kehabisan bensin serta menumbuhkan kejujuran di masyarakat,” ungkapnya.

Dia berharap dengan adanya kejujuran, di masa mendatang tidak ada lagi kasus korupsi di Indonesia.

“Pemberantasan korupsi selama ini tidak menyentuh akar masalahannya, jadinya hanya memotong rantingnya yang kemudian muncul lagi kasus korupsinya,” tambahnya.

Abdul Mukti berharap pemberantasan korupsi dilakukan dengan menumbuhkan kejujuran di kalangan pelajar. Dengan upaya itu pemberantasan korupsi dimulai dari akarnya.

“Kalau generasi muda kita jujur, tidak ada lagi kasus korupsi di Indonesia,” paparnya yang disambut aplaus ratusan undangan.

Semenjak kios bensinya banyak diekspos media massa, sudah beberapa kali Abdul Mukti diundang talk show di sejumlah TV. Malahan sejumlah pemirsa yang bersimpati juga memberikan bantuan modal.


http://www.kaskus.us

0 komentar:

Posting Komentar