Di Thailand, Seorang Tukang Ojek Mendadak Terkenal Berkat Twitter

Senin, 19 Maret 2012

 Dejchat Phuangket (sumber: twitter.com/)
Mungkin tukang ojek dengan follower terbanyak di dunia.
Mirip Fenomena Polisi Ganteng di Indonesia.
Jika Justin Bieber dan Lady Gaga menjadi bintang Twitter dunia, itu wajar.
Tetapi seorang tukang ojek di Bangkok, Thailand yang setiap hari hanya men-tweet kehidupannya setiap hari, tentu luar biasa.

Selama dua tahun Dejchat Phuangket menggunakan akun motorcyrubjang untuk berbagi cerita hariannya mulai dari menu makan siang, suasana lalu lintas, hingga foto-foto yang menurutnya menarik.

Tetapi ia mulai mendapat nama di dunia Twitter di hari Valentine silam, ketika terjadi ledakan di sebuah rumah, di Bangkok, yang disewa oleh sekelompok orang Iran.

Ketika orang-orang Iran itu lari meninggalkan bangunan tersebut mereka melemparkan bahan peledak ke dalam taksi dan salah satu dari mereka mengalami cedera parah di tangan. Ledakan itu dihubungkan dengan serangan terhadap sejumlah kedutaan Israel di Georgia dan India.

Ketika berita tentang ledakan itu baru mulai tersebar di Bangkok dan dunia, Dejchat telah berada di lokasi kejadian.

"Seorang asing membawa sebuah tas dan ledakan terjadi," tulisnya di Twitter. "Ia kehilangan tangannya tetapi tetap hidup di Sukhumvit 71."

Tidak hanya itu. Belakangan ia mengirim foto-foto taksi yang meledak dan lelaki yang kehilangan tangannya akibat ledakan ke Twitter. Laporan dan fotonya berita untuk mengkonfirmasi ledakan itu bagi hampir sebagian besar warga kota Bangkok.

Tweet Dejchat lama-kelamaan mulai tersebar luas dan bahkan menarik perhatian Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra di akun Twitter-nya (PouYingluck)

Hari berikutnya jumlah follower Dejchat meningkat empat kali lipat hingga menjadi 5.000 orang - mungkin tukang ojek dengan follower terbanyak di dunia- dan ia pun menjadi celeb tweet. Selain itu fotonya pun terpampang di berbagai surat khabar dan televisi lokal.

"Saya tidak terkenal tetapi jika saya mencari nama saya di Internet saya melihat banyak orang menulis tentang saya," kata Dejchat yang ditemui BBC di sebuah pangkalan ojek, daerah Phra Khanong, Bangkok.

Meski telah terkenal, Dejchat tidak berniat untuk berhenti menjadi tukang ojek. Kini menggunakan motornya, selain untuk mengantar penumpang, tetapi juga menjalankan bisnis pesan-antar.

"Mengendarai motor adalah keahlian utama saya dan saya tahu banyak rute jalan. Mudah dan bebas, saya tidak mempunyai bos dan menikmati kebebasan itu," tutur Dejchat.

Ia kini menggunakan akun Twitter-nya untuk mendukung bisnis pesan antarnya, sembari terus menyebar berita-berita lokal.

0 komentar:

Poskan Komentar