Curhat di Surat Pembaca, Kho Seng Seng di Vonis Bersalah oleh MA

Kamis, 08 Maret 2012


Jakarta - Upaya hukum Kho Seng Seng, 47 tahun, penulis surat pembaca yang memprotes ketidakjelasan status rumah toko (ruko) miliknya di ITC Mangga Dua, kandas sudah.
Rabu, 7 Maret 2012, dia menerima kepastian kalau Mahkamah Agung telah menolak kasasinya dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memvonisnya bersalah melakukan pencemaran nama baik.

“Saya merasa hukuman ini tidak adil,” kata Seng Seng kepada Tempo. “Saya hanya menulis surat pembaca, tapi kenapa dipidanakan?”

Semua berawal enam tahun lalu, pada akhir November 2006. Ketika itu, Seng Seng menulis dua pucuk surat pembaca yang dimuat di Harian Kompas dan Koran Suara Pembaruan. Isinya mempertanyakan ketidakjelasan status tanah ruko yang dibelinya di ITC Mangga Dua dari PT Duta Pertiwi, anak perusahaan Sinar Mas Grup. Dia merasa dirugikan karena status tanahnya bukan hak milik sebagaimana dijanjikan ketika jual-beli.

Surat pembaca itu berbuntut panjang. PT Duta Pertiwi mengadukan Seng Seng ke polisi dan menggugatnya secara perdata. Pedagang suvenir pernikahan ini diminta membayar ganti rugi sampai Rp 1 miliar. Dalam proses hukum itu, Seng Seng didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers.

Kini, vonis final sudah diketuk. Majelis Hakim Mahkamah Agung yang terdiri dari Mugiharjo, Suryajaya, dan Salman Luthan, menilainya bersalah. Seng Seng dihukum 1 tahun penjara dengan masa percobaan 6 bulan. “Saya kecewa sekali. Saya tidak bisa ngomong lagi,” kata Seng Seng.

Tiga tahun lalu pada 2009, Seng Seng mendapat penghargaan Tasrif Award dari Aliansi Jurnalis Independen atas kegigihannya memperjuangkan haknya berekspresi dan berpendapat meski diancam secara perdata dan pidana.

http://www.tempo.co

0 komentar:

Posting Komentar