Beban Psikologis, Kantong Mata Presiden kian Tebal?

Kamis, 08 Maret 2012


KANTONG mata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhir-akhir ini semakin tebal, terutama garis di bawah mata kenannya sangat dalam. Hal itu tampak jelas saat Presiden meresmikan Kantor Pusat PT Tempo Scan Pacific Tbk, di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.


"Presiden sehat-sehat saja," kata dokter kepresidenan Aris Wibudi saat ditanya wartawan di Gedung Tempo Scan Pacific, kemarin.

Aris mengatakan munculnya lekukan yang mendalam mungkin disebabkan oleh faktor kamera. Ia membantah Presiden kelelahan dan kekurangan tidur.

Dalam sehari itu, Presiden menghadiri dua acara, yakni peresmian gedung perusahaan farmasi dan menghadiri sidang paripurna Dewan Energi Nasional (DEN). Dari gerak tubuh Presiden kemarin, memang tidak ada kesan kecapekan ataupun lesu. Bahkan ketika sampai di Kantor Kementerian ESDM, Presiden banyak bercanda.

Dari segi medis, timbulnya kantong mata yang dalam (baggy eyelid) bisa disebabkan beberapa faktor, seperti keturunan, bertambahnya usia, dan kelelahan. Hal itu dikatakan spesialis mata dari Jakarta Eye Center Prof dr Istiantoro, spesialis mata RS Mata Aini Jakarta dr Raman R Saman, dan dr Gilbert Simanjuntak SpM(K), pengajar Departemen Mata Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI), yang dihubungi secara terpisah, kemarin.

"Bertambahnya usia menyebabkan penahan lemak orbita di sekitar mata melemah sehingga timbul kantong mata," ujar Istiantoro.

Gilbert menambahkan beban psikologis juga bisa menyebabkan timbulnya kantong mata. Namun biasanya disertai pula dengan mata sayu, alis terangkat, dan garis kerutan yang semakin jelas di bagian dahi. "Kantong mata juga bisa menjadi pertanda kolesterol di darah meningkat," ujar Saman.

Kantong mata itu, kata spesialis kulit dan kelamin Siloam Hospitals, dr Samuel L Simon, bisa dihilangkan dengan cara dioperasi. (Mad/Nik/Tlc/X-8)

 http://www.mediaindonesia.com

0 komentar:

Posting Komentar