Akhirnya Disetujui FIFA, Teknologi Garis Gawang Siap Digunakan Akhir Tahun

Minggu, 04 Maret 2012


Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) memastikan teknologi garis gawang bisa digunakan untuk pertamakalinya di kejuaraan Piala Dunia Antar Klub di Jepang akhir tahun ini.


Dewan Sepakbola Internasional (IFAB) yang beranggotakan delapan orang mengatakan teknologi yang dikembangkan dua perusahaan, Hawk-Eye asal Inggris dan GoalRef perusahaan patungan Jerman-Denmark, akan diujicoba lebih lanjut.
Keputusan final soal penggunaan teknologi garis gawang ini akan diambil IFAB dalam pertemuan khusus di Kiev 2 Juli mendatang.

"Jika disetujui 2 Juli mendatang, maka waktu paling memungkinkan untuk menggunakannya adalah pada final Piala Dunia Antar Klub di Jepang," kata Sekjen FIFA Jerome Valcke.

"Namun tak tertutup kemungkinan teknologi ini bisa digunakan juga pada Piala Konfederasi di Brasil tahun depan sebelum Piala Dunia 2014," tambah dia.

Keinginan untuk menggunakan teknologi garis gawang ini semakin tinggi setelah insiden gol Frank Lampard di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Dalam pertandingan putaran kedua Piala Dunia, saat itu wasit menganulir tendangan keras Frank Lampard ke gawang Jerman yang dikawal Manuel Neuer.

Namun dalam gerak lambat terlihat jelas bahwa bola hasil tendangan Lampard sudah melewati garis gawang sebelum memantul keluar.

Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan Jerman 4-1 sekaligus menyingkirkan Inggris di Piala Dunia 2010.

Kerudung dan hijab

"Jika disetujui 2 Juli mendatang, maka waktu paling memungkinkan untuk menggunakannya adalah pada final Piala Dunia Antar Klub di Jepang."
Jerome Valcke

Selain soal teknologi garis gawang, IFAB juga akan mengambil keputusan soal larangan pesepakbola dari negara-negara Islam mengenakan kerudung atau hijab saat bertanding. 

Sejak 2007, FIFA melarang semua pesepakbola perempuan menggunakan kerudung, hijab atau penutup kepala jenis apapun saat tengah bertanding.

Dan setelah IFAB mendengarkan presentasi dari anggota Komite Eksekutif FIFA Pangeran Ali Bin Al Hussein dari Yordania, besar kemungkinan larangan ini akan dicabut dalam pertemuan IFAB di Kiev.

"Dari lubuk hari terdalam saya berharap permohonan untuk tetap mengenakan penutup kepala bagi para pesepakbola perempuan bisa ditanggapi IFAB," kata Pangean Ali.

"Saya menyambut baik keputusan soal uji coba desain penutup kepala terbaru. Dan saya yakin setelah pertemuan IFAB nanti, kita akan melihat banyak pesepakbola yang bahagia bisa kembali ke lapangan hijau memainkan kembali permainan yang mereka cintai," tambah Pangeran Ali.

Hal lain yang akan dibicarakan di Kiev antara lain penggunaan pemain cadangan keempat saat perpanjangan waktu dan penggunaan penanda untuk mengukur jarak sebuah tendangan bebas dari pagar penghalangnya.

 http://www.bbc.co.uk

0 komentar:

Posting Komentar