10 Makanan Junk Food Menurut WHO

Senin, 19 Maret 2012

SELAMA ini, kita sering mendengar mengonsumsi junk food bukan termasuk pola hidup sehat. Sayangnya, kita terkecoh makanan jenis apa saja yang termasuk kategori junk food.

Ketika mendengar kata junk food, yang langsung terlintas di pikiran hanya ayam goreng tepung berbumbu enak buatan restoran ternama dari luar negeri. Juga setumpuk burger buatan restoran franchise dari luar negeri. Apa benar hanya itu saja?

Sebelum lebih jauh menjabarkan apa saja makanan yang termasuk kategori junk food, kita perlu tahu dahulu apa itu junk food.

Junk food
kerap dikenal sebagai makanan yang tidak sehat (sampah). Junk food mengandung jumlah lemak yang besar, rendah serat, banyak mengandung garam, gula, lemak, kalori tinggi dan zat aditif tetapi rendah nutrisinya, rendah vitamin, mineral juga serat.

Berikut, 10 makanan junk food menurut World Health Organization (WHO):    

Gorengan

Golongan makanan ini kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak atau minyak dan oksidanya tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, penyakit jantung koroner.

Dalam proses menggoreng banyak terbentuk zat karsiogenik, dimana telah dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka yang mengonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi dari yang tidak atau sedikit mengonsumsi makanan gorengan.

Makanan kalengan

Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampir seluruhnya dirusak. Kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat. Nilai gizinya jauh berkurang.

Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pankreas. bersamaan dengan tingginya kalori dapat menyebabkan obesitas.

Asinan

Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, yang dapat mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menambah beban ginjal.

Bagi pengonsumsi makanan asinan tersebut, bahaya hipertensi dapat terjadi. Terlebih pada proses pengasiann sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan.

Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir lemabung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinu mengonsumsi makanan asin kemungkinan dapat terkena radang lambung dan usus.

Makanan daging yang diproses (ham, sosis, dan sebagainya)

Mengandung garam nitrit yang dapat menyebabkan kanker juga mengandung pengawet atau pewarna yang memberatkan beban hati.

Makanan dari daging berlemak dan jeroan

Meski mengandung protein yang baik, vitamin dan mineral tapi dalam daging berlemak dan jeroan mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung.

Makan jeroan bintang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker payudara dan lainnya.

Olahan keju

Sering mengonsumsi olahan keju dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga gula darah meninggi.

Mi instant

Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, sedikit vitamin, dan mineral. kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah, memberatkan beban pembuluh darah jantung.

Makanan yang dipanggang atau dibakar

Makanan yang dipanggang atau dibakar mengandung zat penyebab kanker.

Sajian manis beku

Es krim, cake beku, dan lainnya. Golongan ini punya tiga masalah karena mengandung mentega tinggi yang menyebabkan obesitas karena kadar gula tinggi mengurangi nafsu makan juga karena temperatur rendah sehingga mempengaruhi usus.

Manisan kering

mengandung garam nitrat, manisan kering akan bergabung dengan amonium di dalam tubuh dan menghasilkan zat karsiogenik yang merusak organ-organ tubuh, terutama hati. Makanan ini juga akan mengakibatkan tekanan darah tinggi dan kerusakan ginjal. (Mom & Kiddie)

 http://health.okezone.com/read/2012/03/18/486/595275/10-makanan-junk-food-menurut-who-i

0 komentar:

Poskan Komentar