Washington – Suara jangkrik dari zaman Jurassic memang
sederhana, murni dan mampu terdengar jauh di malam hari. Kini para ahli
berhasil merekonstruksi nyanyian cinta itu. Ingin tahu?
Para
ilmuwan ini berhasil melakukan rekonstruksi ini dari fosil Katydid atau
jangkri semak yang berusia 165 juta tahun dari China yang diberi nama
Archaboilus Musicus. Detail sayap jangkrik ini memiliki ukuran panjang
sekitar 72cm.
Dari sayap ini, untuk pertama kalinya, para ilmuwan
berhasil menciptakan ulang fitur yang mampu menghasilkan suara saat
sayap menyatu. Hasilnya seperti diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, ‘musik paling kuno pun berhasil diciptakan’.
“Jangkrik
Jurassic ini berhasil membantu kami mempelajari sedikit mengenai
suasana dunia yang telah lama hilang itu, “ kata penulis studi Fernando
Montealegre-Zapata dari University of Bristol seperti dikutip ST. [mor]


0 komentar:
Poskan Komentar