Mengaku Lesbi, Fotografer Pria Tipu Ratusan Wanita Untuk Berpose Bugil

Senin, 13 Februari 2012


Taipei - Chang, seorang pria yang mengaku berjenis kelamin perempuan dan berprofesi sebagai fotografer berhasil menipu sejumlah wanita untuk berfoto tanpa busana.


Lelaki Taiwan bermarga Chang itu tinggal di kota Hsinchu. Di media sosial, menurut laporan Taipei News, Kamis (9/2), Chang yang baru berusia 25 tahun itu, mengaku mengidap semacam kelainan jiwa. Sebab ia mengaku suka sesama perempuan lesbong alias lesbian. Ia juga mengaku berprofesi sebagai fotografer spesialis lesbong.

Chang menggugah semangat para wanita eksibisionis untuk menyumbangkan foto-foto dengan pose bugil yang “bernilai seni”, bukan yang norak. Kata Chang, foto-foto bugil para wanita (boleh lesbong atau bukan) itu akan dijadikan album kompilasi dan diikutkan dalam lomba fotografi seni telanjang se-Taiwan.

Sambutannya ternyata di luar dugaan. Ada 200 orang yang rela menyerahkan password akunnya di internet. Chang memasukkan 200 album foto karya seni itu ke dalam hard drive komputernya. Wah mewah betul isi komputer si Chang.

Berarti Chang memang yakin betul bahwa para wanita sejatinya lebih nyaman memakai perasaan daripada logika dalam berfikir. Wanita lebih suka dibodohi daripada diajak bicara menggunakan logika laki-laki, pikir Chang.

Chang dengan otoriter dan sangat leluasa membuka, memilih, memilah, mempipil 200 album foto telanjang itu. Tentu akan lebih heboh, pikir Chang, jika parade album foto-foto wanita bugil itu diunggah di internet. Bukan hanya Taiwan yang bisa melihatnya tetapi juga sedunia.

Namun, selicin apapun Chang masih lebih licin belut di kali. Mungkin sedang datang hari pasarannya yang apes, tiba-tiba seorang ibu guru cantik yang juga kerap merangkap menjadi model di Hsinchu, album fotonya muncul di internet ketika dia sedang berselancar di dunia maya. Guru cantik ini marah dan serta merta melaporkan kasus ini ke polisi.

Polisi yang sudah melek internet segera melacak Internet Protocol SMA Nasional Khusus Wanita di Taitung tempat bu guru cantik itu mengajar. Chang sendiri pernah menukar kewajiban menjalankan wajib militer dengan membantu menangani administrasi di sekolah ini.

Di Taiwan, apabila seseorang menukar kewajiban latihan militer, ia boleh memilih membantu bekerja di kantor-kantor pemerintah atau di lembaga-lembaga sosial dan sekolah seperti itu.
Menurut polisi, Chang saat ini bekerja sebagai agen real estate di kota Hsinchu.

Ketika membantu mengajar di sekolah itu, Chang berkesempatan mengambil gambar bu guru cantik semasa Chang masih mahasisiwa tahun kedua pada 2007. Namun Chang bersikukuh tak mengakui menyebarkan foto-foto bugil di internet.

Polisi terus menyelidik dengan mengamati “foto-foto karya seni” itu yang ternyata banyak dibuat sendiri oleh para wanita eksibisionis itu atau oleh pacarnya atau bahkan oleh fotografer professional. Eksekusi pengambilan gambar bisa dilakukan di rumah para wanita itu, motel atau hotel, atau di alam bebas.

Foto-foto itu ada yang menonjolkan lekukan tubuh, atau ada yang nekat menonjolkan macam-macam bentuk buah dada atau barang paling pribadi milik si perempuan. Polisi, kendati cekikikan menatap foto-foto “seni” itu, berkewajiban menyelamatkan aset para wanita itu agar tak diumbar si Chang.

“Kami hanya menemukan 10 wanita korban dengan nama samaran, yang digunakan Chang untuk membuat kategori foto-foto itu, tapi hanya enam orang yang mau datang ke kantor polisi membuat pernyataan,” kata polisi.

Masih menurut polisi, enam korban ini bermaksud menuntut Chang dan memintanya merehabilitasi nama baik mereka. Namun ternyata, ada juga korban yang enggan membuat pernyataan atau menuntut Chang, sembari berkata: “Ngapain nuntut segala. Body gue kan okey, Karena itu orang suka melihat dan berbagi foto-fotoku di internet.”

Kasus Chang ini mengingatkan kaum perempuan untuk lebih berhati-hati memamerkan auratnya lewat foto di internet. Jangan sampai diunduh dan diunggah secara secara haram dan menghancurkan nama baik. [mdr]

SUMBER

0 komentar:

Posting Komentar