Sutiyoso: Anggota TNI Seperti Pengangguran

Senin, 09 Januari 2012


Semarang - Mantan Gubernur DKI Jakarta yang sebelumnya aktif sebagai tentara, Letjen TNI (Purn.) Sutiyoso, menilai saat ini anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) seperti orang pengangguran saja.

Penyebabnya, menurut Sutiyoso, karena tugas TNI saat ini hanyalah di pertahanan. Sedangkan masalah-masalah lain seperti separatisme, terorisme, dan kerusuhan seperti hanya menjadi tugas anggota Polri.

“Setelah masa reformasi fungsi Polri sangat luas. Sementara TNI yang tadinya mengerjakan masalah yang saat ini dikerjakan Polri seperti pengangguran karena didudukkan sebagai pertahanan saja. Pertahanan itu kan kalau didatangi lawan baru kita bertahan. Lha, sekarang kapan lawan akan datang,” kata Sutiyoso di acara safari keliling dan pelantikan Dewan Pimpinan Kecamatan PKPI se-Kota Semarang di Aula RRI Semarang, Ahad 8 Januari 2012.

Pernyataan Sutiyoso itu menanggapi peristiwa kekerasan yang dilakukan anggota Polri terhadap kelompok masyarakat yang menggelar unjuk rasa seperti yang terjadi di Bima beberapa waktu lalu.

Menurut Sutiyoso tindakan kekerasan aparat polisi dalam menangani unjuk rasa seperti itu selalu terjadi. Sutiyoso mengusulkan untuk mengatasi masalah-masalah besar seperti separatisme, kerusuhan, dan terorisme tak hanya ditangani anggota Polri, tapi juga dibagi dengan anggota TNI. “Sehingga Polri juga bisa fokus tugas pada perlindungan masyarakat,” kata Sutiyoso.

Apalagi, tambahnya, saat ini jumlah anggota Polri juga tak memadai jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. “Perbandingan antara masyarakat dengan jumlah anggota Polri tak seimbang. Tapi saat ini Polri dipaksakan untuk ambil alih semua pekerjaan dan semua persoalan keamanan,” kata Sutiyoso.

0 komentar:

Posting Komentar