Meski Dikecam, Inggris Akan Melegalkan Membantu Orang Lain Bunuh Diri

Jumat, 06 Januari 2012

 
LONDON- Bakal ada perubahan dalam undang-undang di Inggris, berkaitan dengan upaya seseorang membantu orang lain untuk bunuh diri, terutama karena mengidap penyakit yang mematikan. Demikian sebuah panel ahli yang independen di Inggris, sebagaimana dikutip kantor berita AP, hari Kamis (5/1/2012) ini.


Komisi Membantu Kematian menggambarkan status legal membantu bunuh diri di Inggris sebagai "tidak cukup dan membingungkan". Saat ini suatu ilegal, jika membantu seorang dengan pasien yang mengidap penyakit mematikan untuk bunuh diri.

Namun sejauh ini jarang dilakukan tuntutan hukum. Tahun 2009 lalu, hakim top pemerintah Inggris mengatakan, kebanyakan orang yang telah membantu orang lain bunuh diri karena mengidap penyakit yang mematikan itu adalah teman atau sanak keluarga dari yang "dibunuh" tadi. Karenanya mereka tidak mungkin dituntut.

Panel ahli menyerukan pengamanan tambahan, sehingga membantu orang lain bunuh diri itu legal, termasuk keharusan pasien tadi harus diperiksa atau diawasi sedikitnya oleh dua dokter saat dilakukan "bunuh diri" tadi.

Dokter tadi antara lain mengatur dosis apa yang akan dipilih oleh pasien bersangkutan dan apa criteria yang harus dipenuhi. Tetapi tindakan ini bukan berarti komisi ini mendukung langkah euthanasia (tindakan medis mematikan pasien yang lagi sekarat).


Mereka yang diizinkan untuk bisa membantu bunuh diri juga punya kriteria yang ketat, yakni sedikitnya berusia 18 tahun dan melakukan aksi membantu bunuh diri secara sukarela dan bebas dari problema kesehatan mental.

Namun sebagaimana biasanya, urusan membantu seseorang bunuh diri ini mendapat kecaman. Kelompok garis kanan menilai tindakan ini sama saja dengan mendukung tindakan aborsi.

0 komentar:

Posting Komentar