Fenomena Stand-Up Comedy: Tren Sesaat atau Angin Segar Dunia Lawak Indonesia?

Selasa, 03 Januari 2012


Jakarta - Demam stand-up comedy makin meluas. Pentas komedi tunggal yang melahirkan bintang-bintang baru itu hadir secara rutin di sejumlah televisi, dan di berbagai kafe. Tak hanya di Jakarta, tapi juga kota-kota lain seperti Bandung. Banyak yang menilai, fenomena tersebut memberi angin segar di tengah komedi televisi yang didominasi slapstik "pukul-pukulan".

Tapi, siapa yang bisa menjamin bahwa munculnya para "pelawak berdiri" itu hanya tren sesaat? Melihat perkembangannya yang semakin marak belakangan ini, sejumlah comic (pelaku stand up comedy) cukup yakin bahwa pentas komedi tunggal bukanlah tren.

"Stand-up comedy di Indonesia bukan cuman tren,” ujar Ernest Prakasa, salah satu pendiri komunitas Stand-up Indo. Pada 30 Desember 2011, Ernest bersama para comic lain yang sedang bersinar tampil di sebuah show bersar bertajuk Stand Up Nite Bandung 4 yang diadakan oleh komunitas Stand-up Indo Bandung. menampilkan 12 comic, acara tersebut digelar di Saung Angklung Udjo Bandung.

Bandung memang merupakan kota tempat tumbuh suburnya stand up comedy selain Jakarta. Malam itu, para comic yang datang dari berbagai kota itu berhasil mencetak sejarah dalam jumlah penonton acara stand-up comedy berbayar terbanyak di Bandung (714 orang). Bagi Ernest, hal itu merupakan salah satu bukti bahwa stand-up comedy bukanlah tren.

Dua hari sebelumnya, di Jakarta terjadi peristiwa yang tak kalah heboh. Pandji Pragiwaksono mencetak sejarah dengan mengadakan acara khusus pementasan stand-up comedy di Teater Usmar Ismail, Jakarta, Rabu (28/12/2011) malam. Kapasitas teater (400 kursi) terisi penuh, dan ratusan orang masih mengantre tiket acara yang dinamai Bhinneka Tunggal Tawa itu.

Melihat antusias itu, Pandji pun langsung berinisiatif mengadakan show kedua setelah show pertama selesai. Sekitar 250 orang membeli tiket untuk show tambahan itu.

“Comic baru terus bermunculan. Dan gig untuk para comic semakin banyak. Dua hal itu menunjukkan bahwa stand-up comedy semakin siap menjadi industri," demikian Ernest menganalisis fenomena yang muncul pertama kali pada Juli 2011 itu.

Ketua Tim Koordinator Regional Stand-up Indo Isman H Suryaman mencatat, hingga Desember 2011 telah muncul tak kurang dari 42 komunitas stand up comedy. "Dan itu tak hanya di Jawa, ada juga di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi . Yang belum tinggal Maluku dan Papua," paparnya seraya menambahkan, di dunia pulau itu tak menutup kemungkinan akan segera muncul.

0 komentar:

Posting Komentar