Duh! Para Turis dari Seluruh Dunia Rame-Rame Kecam Pemerasan di Besakih

Senin, 09 Januari 2012


Reputasi Pura Besakih, Bali, babak belur di mata wisatawan mancanegara, akibat pemerasan oleh oknum pramuwisata. 55 Persen wisman memberi penilaian buruk dan ramai-ramai mengajak untuk menghindari Pura Besakih. Duh!

Aneka keluhan para wisman soal pemerasan di Besakih bisa dilihat langsung di situs tripadvisor.com. Saat detikTravel melongok ulasan para user, Senin (9/1/2012), isinya adalah kisah pilu para wisman Asia, Eropa, Australia dan Amerika, seusai kunjungan ke Pura Besakih.

Gene misalnya, turis asal Chicago, AS ini tengah berlibur dengan sang anak ketika akhirnya mengalami kejadian tak mengenakkan di Pura Besakih. Tiga penjaga pos masuk memaksanya untuk memberi uang sebesar Rp 500 ribu. Pemaksaan terus terjadi hingga akhirnya Gene menyerah dan memberikan sejumlah uang itu.

"Namun, saya lihat sendiri salah satu penjaga memberi selembar uang Rp 100 ribu pada supir taksi yang mengantar saya ke tempat ini," kata Gene dalam ulasan di situs tripadvisor.com.

Lain halnya dengan Jackie, turis asal Hong Kong, yang tengah berlibur bersama istrinya. Tepat ketika mereka keluar dari taksi, beberapa wanita berlarian dan langsung memasangkan sarung pada istrinya dan Jackie dipaksa membayar Rp 300 ribu. Ketika istrinya menolak, para penjual itu semakin agresif dan mematok harga Rp 100 ribu untuk satu buah sarung.

"Ini benar-benar meruntuhkan citra Bali sebagai salah satu pulau paling suci. Besakih adalah jebakan turis," keluh Jackie.

Pemerasan paling nyata dilakukan oleh para 'pemandu abal-abal' yang mematok sekitar US$ 50 per orang untuk membawa para turis berkeliling. Namun Priscilla, seorang turis asal Toronto, Kanada tak jua mendapat informasi yang diinginkannya. "Tak lebih baik dari informasi yang kudapat sebelumnya dari buku," ucapnya.

Tak sampai di situ. Pemerasan yang tak berujung itu lalu diikuti oleh perilaku tak sesuai oleh para pemerasnya. Niniefin, turis asal Pulau Penang, Malaysia dipaksa untuk memasukkan minimal Rp 100 ribu ke dalam boks donasi yang ada di ruangan ibadah di dalam pura.

"Saya hanya membayar Rp 10 ribu. Setelah itu, perilaku sang guide menjadi sangat kasar dan saya memutuskan untuk pergi secepatnya," kata dia.

Melihat berbagai pengalaman tersebut, tak heran 42 dari 76 orang atau 55 persen yang mengulas Pura Besakih di situs tripadvisor.com menegaskan tempat ini tidak layak untuk dikunjungi.

"Saya merasa dirampok. Hati-hati kalau ke sana," kata Sassibassi dari Freemont, California, AS.

Atau seperti kata Yersh dari Novosibirsk, Russia, "Ada masalah besar untuk turis di Besakih. Saya menyebutnya mafia Besakih."

0 komentar:

Posting Komentar